
BATAM — Galeri Investasi (GI) Institut Teknologi Batam (ITEBA) sukses menyelenggarakan program edukasi investasi lanjutan bertajuk Sekolah Pasar Modal (SPM) Level 2 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026, di Ruangan A-410 Kampus ITEBA ini merupakan kolaborasi strategis bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Kepri, Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (KISI), dan Himpunan Mahasiswa Perdagangan Internasional (HIMAPI).
Program gratis ini awalnya membidik para investor muda—khususnya dari kalangan Gen Z yang telah menyelesaikan SPM Level 1 pada tahun 2025—dengan kuota terbatas hanya untuk 100 peserta. Namun, antusiasme yang luar biasa membuat ruangan acara dipadati oleh 151 orang peserta yang sangat bersemangat untuk mendongkrak literasi finansial serta membekali diri dengan kemampuan analisis mendalam di tengah dinamika ekonomi global.
Sambutan Hangat dari Pimpinan Fakultas
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan penuh apresiasi dari Taufiq Rahman, S.T., M.T., selaku Pejabat Sementara (PJS) Dekan Sekolah Ekonomi, Bisnis & Manajemen (SEBM) ITEBA. Dalam arahannya, beliau menyambut gembira inisiatif kolaboratif ini karena memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi mahasiswa di luar kelas.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa yang melampaui target kuota hari ini. Pasar modal adalah instrumen penting dalam membangun kemandirian finansial generasi muda. Oleh karena itu, SEBM sangat mendukung penuh dan berharap kegiatan edukasi tingkat lanjut seperti Sekolah Pasar Modal ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan,” ungkap Taufiq Rahman dalam sambutannya.
Mengupas Tuntas Strategi Hadapi Sentimen Pasar 2026
Tidak sekadar teori, materi SPM Level 2 kali ini dikontekstualisasikan langsung dengan kondisi pasar modal riil saat ini. Para praktisi dan akademisi mengupas tuntas cara menyusun portofolio yang kokoh serta manajemen risiko yang bijak menghadapi peta geopolitik dan fiskal tahun 2026.
Berdasarkan outlook pasar terbaru, para peserta diajak membedah tiga tren kritis (Konvergensi Tiga Tren Kritis) yang memengaruhi pasar modal domestik:
- Defisit APBN 2026: Tekanan fiskal yang membatasi ruang manuver akibat membengkaknya subsidi energi dan belanja negara, yang berisiko meningkatkan bunga utang dan menekan performa IHSG serta Yield SBN.
- Isu MSCI (Emerging Market): Status upgrade yang tertunda menyebabkan arus dana asing belum optimal, memaksa investor untuk lebih selektif dan hati-hati dalam melihat valuasi pasar.
- Geopolitik Middle East: Ketegangan geopolitik (seperti eskalasi Iran-Israel dan gangguan di Selat Hormuz) yang memicu lonjakan harga minyak dunia, memicu inflasi global, serta menekan nilai tukar Rupiah.
“Gen Z harus optimis namun tetap waspada. Memahami dinamika geopolitik dan ekonomi makro seperti ini adalah kunci utama untuk mengambil keputusan investasi yang cerdas dan terukur,” ujar Reinhard S. Silitonga, Deputi Kepala Wilayah Kepulauan Riau PT Bursa Efek Indonesia yang menjadi pemateri pada kegiatan ini.
Praktik Langsung dan Pendampingan Investasi
Selain pembekalan analisis fundamental dan teknikal dasar, peserta yang hadir melampaui target tersebut juga dipandu melakukan praktik langsung (hands-on) menggunakan aplikasi trading dari IKISI Sekuritas Indonesia. Melalui fasilitasi kode referal khusus Galeri Investasi ITEBA, para mahasiswa dibimbing langsung untuk membuka akun investasi guna mengaplikasikan teori manajemen risiko secara riil.
Melalui kegiatan yang sukses besar ini, seluruh elemen penyelenggara berharap seluruh peserta yang hadir tidak hanya menjadi investor yang sekadar ikut-ikutan tren (FOMO), melainkan tumbuh menjadi investor tangguh yang fokus pada kekuatan fundamental perusahaan serta jeli menangkap peluang emas di sisa tahun 2026. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen pendampingan investasi berkelanjutan bagi para investor muda ITEBA demi mewujudkan Indonesia Maju. #YukNabungSaham #AkuInvestorSaham









